Obat Marah

Republika
Oleh Muhajirin

Suatu sore Rasullah saw duduk bersama sahabat-sahabatnya sambil memberikan pelajaran agama. Di antara sahabat yang hadir adalah Utsman bin Affan dan Abu Bakar Siddiq ra.

Di tengah perbincangan mereka, tiba-tiba seorang laki-laki menghadap Abu Bakar dan langsung mencaci-makinya. Mendengar cacian laki-laki itu, Abu Bakar hanya berdiam diri dan tidak mengeluarkan kata-kata sedikit pun.

Karena Abu Bakar tidak marah dan tidak membalas caciannya, maka laki-laki itu pun kembali menghinanya. Abu Bakar pun kembali diam tanpa komentar sedikit pun. Ketika hinaan itu semakin menjadi-jadi, Abu Bakar tak tinggal diam dan berkata, ”Wahai saudaraku, hentikan hinaanmu itu.” Akhirnya laki-laki itu pun menghentikan hinaannya.

Anehnya Rasulullah saw yang berada di tenagh-tengah mereka hanya diam dan tidak ikut campur atas perdebatan yang terjadi antara Abu Bakar dan laki-laki itu. Akhirnya Rasulullah meninggalkan majelisnya. Sepertinya beliau tidak menyukai perdebatan yang terjadi.

Abu Bakar berusaha mengejar Rasulullah. Dia berkata, ”Ya Rasulullah, dia menghinaku dan engkau hanya duduk dan berdiam diri, terus ketika aku mencegahnya, engkau pun beranjak pergi. Apakah engkau marah kepadaku?

Rasulullah menjawab, ”Ketika engkau mencegahnya, dia datang mendekatimu.” Mendengar jawaban itu Abu Bakar sedikit kebingungan dan kembali bertanya, ”Apa maksudnya, ya, Rasulullah?”

Kemudian Rasulullah saw memegang pundak Abu Bakar seraya berkata, ”Dia itu syaitan. Ketika engkau tidak mampu menahan marahmu, dia mendekat untuk berdiam bersamamu, dan aku tidak akan duduk bersama syaitan. Ingat! tidak ada seorang hamba yang dizalimi, kecuali hanya diam dan sabar kepada Allah SWT. Maksudnya jika engkau dihina oleh seseorang, maka diamlah dan memohonlah ampun kepada-Nya.”

Begitulah cara Rasulullah mengajarkan menahan marah kepada para sahabatnya. Dalam salah satu hadits disebutkan, ”Sesungguhnya kemarahan itu dari syaitan dan syaitan diciptakan dari api, dan api dapat dipadamkan dengan air. Maka apabila salah seorang di antara kamu marah (ingin marah) maka segeralah berwudhu.” 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: