Kebohongan Ibrahim

Republika
Oleh Wawan Susetya

Selama hayatnya, ”Bapak Tauhid” Nabi Ibrahim as tercatat tiga kali melakukan kebohongan di depan publik. Tapi, secara batiniah sesungguhnya ia tidak berbohong, dan di balik kebohongan itu secara fisik terkandung pelajaran berharga bagi umat manusia.

Pertama, kebohongan Ibrahim terjadi ketika ia berada di hadapan Namrud –raja zalim yang marah karena dia dituduh menghancurkan berhala sembahan mereka. Ketika itu, ”Kekasih Allah” ini mengatakan pihak yang menghancurkan sembahan tersebut adalah ”yang paling besar”. Sesungguhnya, Ibrahim tidaklah berbohong karena secara batiniah pengertian ”paling besar” itu adalah Ibrahim sendiri. Secara lahiriah memang Ibrahim yang meletakkan kapak yang dia gunakan untuk menghancurkan berhala-berhala itu di atas bahu berhala yang paling besar.

Kedua, kebohongan dilakukan ketika Ibrahim bersama istrinya, Siti Sarah, pergi ke Mesir. Keadaan negara ini sangat gawat. Kerajaan Mesir saat itu dikuasai raja yang serakah dan suka istri orang. Jika tentara kerajaan tahu ada suami-isteri masuk ke Mesir, sang suami akan dibunuh, sedangkan istrinya diserahkan pada sang raja untuk ”bersenang-senang”. Untuk mengelabui pasukan kerajaan, Ibrahim terpaksa berbohong bahwa Sarah adalah saudaranya. Tetapi, lagi-lagi secara batiniah Ibrahim sesungguhnya tidak berbohong karena yang dia maksud ”saudara” di sini adalah saudara seagama dan seiman.

Kebohongan ketiga terjadi ketika pada suatu hari, Ibrahim diajak ke pantai oleh orang-orang di lingkungan ayahnya. Ibrahim menolak dengan mengaku sakit. Sebenarnya, secara fisik, Ibrahim tidaklah sakit. Hanya saja, secara batiniah Ibrahim ”sakit hati” jika terpaksa pergi ke pantai sebab di sana banyak orang musyrik penyembah berhala.

Toh, meski seumur hidupnya sang kekasih Allah ini hanya berkata bohong tiga kali, ia tetap bertobat dan mohon ampun kepada Allah SWT. Betapa pun, bagi seorang saleh semacam Ibrahim, tiga kali kebohongan yang dia lakukan di depan publik itu tetaplah kebohongan yang sangat mungkin menyisakan dosa baginya. Allah Yang Mahapengampun tentu memaafkan kekasih yang Dia cintai ini.

Lucunya, kini banyak pejabat di negeri ini secara transparan melakukan kebohongan di depan publik, lalu mati-matian membantahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: