Shalat Berjamaah

Oleh : Makmun Nawawi
Republika
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar al-Qawariri ra, ia bertutur, ”Aku sama sekali belum pernah lalai dari shalat Isya berjemaah. Hanya di suatu malam aku kedatangan tamu, sehingga aku terlambat shalat Isya berjmaah. Setelah tamu pulang, aku pergi ke beberapa masjid di Kota Bashrah, dan kudapati semua orang sudah shalat dan semua pintu masjid sudah tertutup.

Akhirnya aku kembali ke rumah, dan aku ingat sebuah hadis yang mengatakan bahwa shalat berjemaah lebih utama dari shalat sendirian, dan berpahala 27 kali lipat. Maka aku pun shalat Isya sebanyak 27 kali.

Kemudian aku tertidur dan bermimpi mengikuti lomba pacuan kuda dengan sekelompok orang. Kupacu kudaku demi mengejar kuda mereka, namun kudaku tetap tertinggal dari mereka. Lalu salah seorang dari mereka menoleh ke belakang, seraya berkata padaku, ‘Jangan kaubuat lelah kudamu. Engkau tidak akan bisa mengejar kami!’ Aku pun bertanya, ‘Mengapa?’ Dia menjawab, ‘Karena kami shalat berjemaah, sedangkan engkau shalat sendirian.’

Setelah itu aku terbangun dan aku pun diliputi oleh kesedihan yang mendalam lantaran mimpi itu”.

Menyandarkan ajaran atau amalan pada mimpi memang suatu tindakan naif, namun, mimpi Abdullah bin Umar al-Qawariri –guru Imam Bukhari dan Imam Muslim– itu sesungguhnya mengingatkan kita akan amalan nabi dan para sahabatnya yang sering dianggap remeh oleh umatnya kini, yaitu shalat berjemaah. Diam-diam, dinamika dan aktivitas kehidupan yang kita jalani tiap hari telah membuat kita begitu pelit meluangkan waktu untuk merapatkan shaf dalam shalat berjemaah. Sementara itu, Alquran menyatakan, ”Dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk (yakni melakukan shalat dengan berjemaah)” (QS 2: 43).

Bila nabi dan para sahabat acapkali harus disangga –karena sakit agar tidak absen menunaikan shalat berjemaah– kita justru rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi untuk menyaksikan aneka hiburan, pertandingan, atau hal lainnya. Kita enggan shalat berjemaah. Padahal banyak manfaat yang dapat diperoleh dari ibadah yang menyita waktu hanya beberapa menit itu. Selain melatih disiplin dan memperkokoh kebersamaan, shalat berjemaah juga bisa menjadi warning untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan lainnya. Dan kalau orang modern sering mengeluhkan kehampaan spiritual, maka lazimkanlah shalat berjemaah. Insya Allah, nurani kita menjadi kaya raya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: