Sambutlah Kematian dengan Zuhud

Republika

Ketahuilah sesungguhnya setiap jiwa mengalami kematian tiap detik, jam, hari, bulan dan tahun. Seperti kata para ahli biologi, bahwa sel-sel tubuh kita tiap detiknya mengalami kematian dan digantikan oleh sel lainnya yang baru. Namun, tiap sel baru itu jumlahnya belum tentu sama atau bahkan lebih banyak. Sebab, setiap sel semakin hari energi semakin berkurang. Otomatis jiwa dan tubuh kita mengalami kemunduran, dan mendekati kematian (‘ajal maut), demikian kata para ahli fisika. Maka benar kata Allah Swt., yang menyatakan,”Sesunguhnya tiap jiwa (nafs: segala sesuatu yang bergantung pada massa, berat dan ruang ) akan mengalami kematian.”

Ketika, setiap sel tubuh kita mati, artinya kita telah mengalami kematian kecil. Kematin kecil ini merupakan sarana dan latihan untuk menuju kematian besar, yakni, pencabutan nyawa manusia oleh malikat Izrail atas izin Allah Swt, Sang Pencipta Segalanya.

Alangkah indahnya, jika tiap sel tubuh kita yang mati itu sel yang beramal saleh, atau kita dalam keadaan khusnul khatimah. Dan tentu sangat malang jika sel yang mati itu kita dalam keadaan berbuat jahat, su’ul khatimah. Kalau yang terjadi demikian, berarti kita telah menumpuk deposito dosa, dan siksa kubur itulah yang kita terima. Na’udzubillahi mindzalik!

Seperti diketahui, saat kita mengahadap Allah Swt di depan mahkamah-Nya, kita disertai para malaikat, yakni malaikat penggiring dan penyaksi amal-amal perbuatan kita di dunia. Al-Qur’an dalam surat Qaff :50 menggambarkan hal tersebut.”Dan setiap jiwa datang, masing-masing bersama malaikat penggiring dan penyaksi.” Itulah peristiwa kematian yang akan kita hadapi.

Setiap orang yang berdosa akan tampak baginya amalan-amalan buruk yang pernah dilakukannya di dunia kala itu. Allamah Sayyid Abdullah Haddad mengkisahkan kondisi mereka. Pemakan riba, perutnya akan menggelembung sehingga mereka sebentar terjatuh sdan sebentar berhenti saking beratbnya beban itu. Para pezina/pelacur akan membesar kemaluaannya sehingga menyapu tanah. Para pemabuk, ketika dibangkitkan, mereka masih memegang gelas-gelasnya. Para pendusta, pengumpat dan penagdu domab, tukah fitnah, lidah mereka akan menjulur sampai dada. Orang-orang yang menolak zakat kan dibawa keliling bersam ular-ular yang besar sebagai perwujudan dari harta mereka yang tak ditunaikan. Sedang orang-orang sombong, angkuh akan dibangkitkan seperti semut, lalu mereka diinjak-injak oleh orang-orang jahat maupun orang baik. Inilah makna firman Tuhan,”Semua orang yang berbuat dosa dapat dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang kuat-kuat ubun-ubun dan kaki mereka.” (QS. Arrahmaan/55:41).

Lalu bagaimana kita menyiapkan diri atas peristiwa yang tak bisa kita hindari dan pasti terjadi itu?
Rasulullah Saw memberi nasehat kepada kita agar kita terhindar dari mala petaka yang ngeri itu.
“Orang-orang pertamadari umatku ini akan selamat dengan zuhud dan kuatnya keyakinan. Adpun yang terakhir dari mereka adalah merteka akan binasa dengan berlebih-lebihan cintanya dengan dunia dan panjang angan-angannya dalam hidupnya”, demikian kata Nabi Saw., seperti yang diriwayatkan Ibnu Abiddunia.

Para ulam salaf berkata, semakin panjang angan-angan seseorang untuk menguasai dunia, makin rusaklah amalan-amalannya. Jadi dengan memanjangkan angan-angan itu, seseoarng akan semakin lupa dengan taubat, ia semakin jauh dari mengingat mat, malas berbuat amal shaleh. Hal itu terjadi karena ia telah bersenang-senang dengan shahwat/keinginannya, dan sampailah ia ditemui ajalnya. “Innaa lillaahi wa inna ilahi raaji’un.”

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Al-Bidayah, berkata,”Ketahuilah, bahwa maut itu tidak menjemput anda pada waktu atau keadaan tertentu, akan tetapi maut pasti menjemput anda pada waktu yang tidak diketahui. Oleh karena itu, menyediakan diri untuk maut itu lebih baik dan utama daripada menyediakan diri untuk dunia.” (Saifudin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: