Istri Teladan

Republika
Oleh Ahmad Hadi Yasin

Pada masa Rasulullah saw, hidup pasangan Ummu Sulaim binti Malhan dan Abu Thalhah Alanshari. Mereka dikaruniai seorang putra tampan dan cerdas. Suatu hari, Abu Thalhah harus pergi jauh kendati anaknya sedang sakit. Sang anak kemudian meninggal ketika ayahnya tak ada di sisinya.

Dengan tabah Ummu Sulaim berucap, “Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un” seraya meminta ampun dan berdoa pada Allah agar Ia mengaruniainya kesabaran, ketabahan, serta keturunan. Ia juga berpesan kepada keluarga Abu Thalhah agar ketika suaminya datang, tak seorang pun mengabari kematian anak mereka kecuali dia sendiri.

Ketika pulang, Abu Thalhah langsung menanyakan kabar anaknya. Ummu Sulaim menjawab, “Tiada hari yang ia lebih tenang dan lebih indah dari malam ini.” Abu Thalhah mengira anaknya telah sembuh, lantas ia bersyukur dan memuji kebesaran Allah. Kemudian Ummu Sulaim berhias untuk suaminya. Setelah keduanya makan malam, Abu Thalhah melakukan apa yang biasa dilakukan suami-istri.

Setelah yakin suaminya cukup beristirahat baik fisik maupun batin, Ummu Sulaim berpikir keras menemukan cara yang tepat mengabarkan tentang kematian anak mereka. Ia sungguh tak ingin hal pertama yang suaminya dengar setelah bepergian jauh adalah kabar buruk ini. Akhirnya ia mendekati suaminya pelan-pelan, lalu menyapanya dengan lembut, “Wahai Abu Thalhah suamiku tercinta, jika suatu kaum menitipkan barang titipan kemudian mereka ingin mengambilnya kembali, bolehkah kita melarangnya?”

“Tidak,” kontan Abu Thalhah menjawab. “Sebuah titipan harus dikembalikan ke pemiliknya.”

“Anakmu adalah titipan Allah kepada kita,” kata Ummu Sulaim. “Allah SWT telah mengambilnya.”

Dengan berlinang air mata, Abu Thalhah mengungkapkan kemurkaannya pada istrinya karena ia tidak langsung mengabarkannya. Namun, setelah berpikir tenang, ia sadar bahwa sesungguhnya sang istri telah berusaha menyambutnya dengan baik. Setelah shalat Subuh, ia menceritakan semua yang terjadi pada Rasulullah saw. Nabi terharu dengan perbuatan Ummu Sulaim, lalu kontan berdoa buat keduanya seraya bersabda, “Semoga Allah memberkati kalian pada malam kalian yang telah berlalu.”

Menurut Anas bin Malik, sahabat Nabi, “Ummu Sulaim kemudian hamil sejak malam itu dan ia punya sepuluh anak yang semuanya membaca Alquran.” 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: