Iblis dan Niat Manusia

Republika
Oleh : SH Syamsul Rijal

Rasulullah saw bersabda, ”Ada tiga tipe manusia yang pertama diadili. Pertama, seorang lelaki yang merasa dirinya mati syahid, ketika ditanya, ‘bagaimana keadaanmu?’, dia menjawab, ‘saya telah berjuang dan mati di jalan-Mu ya Allah’, lalu Allah menjawab, ‘kauberjuang bukan karena-Ku, tetapi agar kau disebut pahlawan. Gelar itu telah kaudapatkan dan sekarang tempatmu di neraka’.”

Tipe kedua, lanjut Nabi, ”Adalah orang yang merasa telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta sering membaca Alquran untuk Allah, ketika ditanya, ‘bagaimana keadaanmu?’, dia menjawab ‘saya telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta sering membaca Alquran untuk-Mu ya Allah’, lalu jawab Allah, ‘kaubelajar dan mengajar supaya dikatakan pintar dan alim, dan membaca Alquran agar diberi gelar qori’, gelar itu telah kaudapatkan dan tempatmu di neraka’.”

Sedangkan tipe ketiga, menurut Rasulullah, ”Adalah seseorang yang merasa telah menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, ketika ditanya, ‘bagaimana keadaanmu?’, dia menjawab, ‘saya telah menginfakkan seluruh hartaku di jalan-Mu ya Allah’, jawab Allah, ‘kaulakukan itu agar dikatakan dermawan, gelar itu telah kaudapatkan, sekarang tempatmu di neraka’.”

Hadits ini dengan jelas menyatakan bahwa segala perbuatan manusia tergantung kepada niat. ”Sesungguhnya segala amal itu dilakukan dengan niat. Sesungguhnya setiap orang tergantung pada apa yang diniatkannya,” demikian Rasulullah dalam haditsnya yang lain.

Saat ini banyak sekali ajakan untuk berbuat kebaikan sebagaimana dalam hadits tersebut di atas. Berjihad untuk mati syahid di jalan Allah, mempelajari ilmu Alquran, dan mendermakan harta di jalan Allah. Ajakan ini haruslah kita lakukan dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena yang lain. Ini harus betul-betul kita tancapkan ke dalam hati sanubari kita yang paling dalam.

Untuk itulah hendaknya kita berhati-hati dalam melakukan setiap langkah. Iblis akan selalu mengganggu keturunan Adam agar rusak amal mereka, kecuali hamba Allah yang mukhlas. ”Iblis berkata, ‘ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlas’.” (QS Alhijr: 39-40). 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: