Botak, Belang, Buta

Republika
Oleh Joni Arisanto

Abu Hurairah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga orang dari Bani Israil: Si Botak, Si Belang, dan Si Buta. Allah hendak menguji mereka, lalu mengutus malaikat dalam bentuk manusia. Kepada mereka, malaikat menanyakan hasrat dan kekayaan yang mereka inginkan. Si Botak menginginkan rambut yang bagus, sembuh dari penyakit yang membuatnya hina di mata manusia, serta menginginkan lembu. Saat permintaan itu dikabulkan, malaikat berdoa ‘semoga Allah memberkahi lembu itu bagimu’.”

“Sedangkan Si Belang,” lanjut Rasulullah, “Mengharapkan kulit dan rupa yang bagus, sembuh dari penyakit yang menyebabkan orang jijik, serta mengharapkan unta. Saat permintaan itu dikabulkan, malaikat berdoa ‘semoga Allah memberkahi unta itu bagimu’.”

“Sementara Si Buta berharap dia bisa melihat kembali dan mengharapkan kambing. Saat permintaan itu dikabulkan, malaikat berdoa ‘semoga Allah memberkahi kambing itu bagimu’.”

Beberapa tahun kemudian, ketika lembu, unta, dan kambing milik mereka berkembang biak luar biasa pesat, datanglah malaikat tadi kepada ketiganya. Kepada Si Belang, malaikat datang dalam rupa seorang miskin dan berkulit belang.

“Aku seorang miskin yang kehabisan bekal dalam perjalanan, tiada yang dapat menngembalikan aku kecuali pertolongan Allah dan bantuanmu. Aku mengharap demi Allah, yang memberi rupa dan kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalananku ini,” kata si malaikat.

Tapi, Si Belang menolak permintaan ini seraya menyuruh malaikat tadi pergi. Sang malaikat mengingatkan bahwa dia pernah mengenalnya sebagai orang yang dulu juga belang dan miskin, tapi itu dibantah Si Belang. “Jika kau berdusta, semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti sedia kala,” kata malaikat.
Malaikat lalu menemui Si Botak dan mendapat perlakuan yang sama.

Saat pergi menyamar kepada Si Buta dan meminta satu kambing, tanpa disangka Si Buta menjawab, “Dulu aku buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku, maka kini ambillah sesukamu. Aku tidak akan memberatkan sesuatu pun kepadamu yang kau ambil karena Allah.”

Kata malaikat, “Jagalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu diuji, maka Allah ridha kepadamu dan murka kepada kedua kawanmu.” (HR Bukhari dan Muslim). Nah, siapakah diri kita di antara ketiga orang itu? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: