Bersyukur dan Bersabar

republika
Oleh : Makmun Nawawi

Imran bin Haththan, suatu hari, masuk rumah untuk menemui istrinya. Imran adalah seorang buruk muka, tak ganteng, lagi pula pendek, sementara itu, istrinya begitu cantik. Tatkala ia memandang istrinya, wanita itu makin bertambah cantik saja dalam pandangannya. Dia pun tak mampu mengekang dirinya untuk terus menatap istrinya.

Lalu istrinya pun keheranan dan bertanya, ”Ada apa denganmu?”
Jawab Imran, ”Alhamdulillah, engkau sungguh menjadi wanita yang cantik sekali.”

”Berbahagialah karena aku dan engkau berada dalam surga.”
”Dari mana engkau tahu hal itu?”
Istrinya menjawab, ”Karena engkau telah diberi wanita seperti aku lalu engkau bersyukur, sedangkan aku diuji dengan seorang pria seperti engkau dan aku bersabar. Sementara itu, orang yang sabar dan bersyukur keduanya berada dalam surga.”

Demikian sepenggal cerita yang dikutip dari kitab Mi`atu Qishshah wa Qishshah fi Anisish-Shalihin wa Samiril-Muttaqin karya Muhammad Amin al-Jundi. Narasi tersebut mengajarkan pada kita tentang keharusan untuk bertindak arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan yang terus berputar sebagaimana layaknya sebuah roda. Kehidupan dan karier yang dijalani manusia ini memang berkelindan di antara naik dan turun, senang dan susah, sukses dan gagal, gembira dan sedih.

Seperti manusia lainnya, seorang Mukmin pun tidak bisa lepas dari hukum alam itu. Namun, semua itu tetap menjadi tambang amal dan bisa memberikan peluang baginya untuk terus mengimplementasikan ketaatannya pada Allah. Dalam kondisi apa pun, bila senang, ia bersyukur, bila susah, ia bersabar.

Cara pandang terhadap kehidupan inilah yang insya Allah membuahkan kenyamanan, sehingga para mantan pejabat tidak akan terjangkit post power syndrome, dan orang pun tidak perlu terseret ke dalam bahaya aji mumpung. Maka penting kita simak pesan Nabi, ”Sungguh mengagumkan perkara orang Mukmin, seluruh urusannya mengandung kebaikan dan hal itu tidak akan terdapat pada orang lain. Orang Mukmin, Jika diberikan kebahagiaan dan kenyamanan hidup ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya dan jika ditimpa kemalangan ia bersabar, maka hal itu juga merupakan kebaikan baginya.” (HR Ahmad).

Rasa syukur dan kesabaran bangsa ini, yang tengah diuji oleh kepedihan demi kepedihan, kini tengah dicatat baik-baik oleh Allah SWT. Maka, bersyukur dan bersabarlah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: